Bermain di Alun-Alun Garut

Berhubung sekarang punya balita yang sangat aktif, salah satu tempat yang wajib (kalau sempat) kami kunjungi setiap kali ke Garut adalah Alun-Alun yang letaknya di pelataran Mesjid Agung Garut.

Menurut sejarahnya,  pada tanggal 15 September 1813  dilakukan peletakan batu pertama pembangunan sarana dan prasarana ibukota Garut, seperti tempat tinggal, pendopo, kantor asisten residen, mesjid, dan alun-alun. Di depan pendopo, antara alun-alun dengan pendopo terdapat “Babancong” tempat Bupati beserta pejabat pemerintahan lainnya menyampaikan pidato di depan publik. (sumber dari sini) Naahhh… di depan “Babancong” inilah alun-alun yang kadang-kadang digunakan sebagai tempat upacara itu berada.

Kalau tidak sedang dipergunakan sebagai tempat upacara, biasanya alun-alun dijadikan semacam tempat bermain anak-anak. Memang bukan Dufan atau taman rekreasi kayak Kampung Gajah (jauh banget ya perbandingannya… hihi…), tapi asyik juga main-main di sana. Bagi emak-emak seperti saya, alasannya karena di sana banyak emang-emang penjual jajanan.  :p

“Wahana” permainannya juga cukup lengkap. Mulai dari kincir mini yang digerakkan pakai sepeda, odong-odong, becak mini, mobil-mobilan yang bertenaga baterai, kereta api,  sepeda tidur (itu lho, sepeda yang kalo dipake, kita mesti telentang dulu…), daaaannn… yang paling khas adalah DELDOM, alias delman yang ditarik oleh domba, alih-alih kuda.

Del-dom

 

Cheva naik mobil-mobilan bertenaga baterai

 

Selain itu—yang buat emaknya senang—dalam setiap permainan kita hanya perlu merogoh kocek sebesar 2000 – 5000 rupiah per satu kali putaran. Bayangin sama permainan kereta api di mal-mal yang menghabiskan 15000 – 25000 per satu kelilingnya! Iiiihhhh! (malah curcol!)

Jadi, anak-anak puas, orangtuanya pun senang!

Advertisements