Wisata Dadakan ke Gunung Guntur

Halo… Liburan lebaran kemarin pada ke mana saja? Kalau saya dan keluarga pulang kampung ke Garut. Niatnya sih mudik sambil liburan, kepingin merasakan Garut dari sudut pandang lain. Mau ke pantai? di Garut pun ada; mau melihat hamparan sawah menghijau seperti di Ubud? bisa; mau lihat candi? ada; mau wisata budaya? ada. Wisata air panas? Tentu saja ada! Wisata kuliner? Siapa yang tidak tahu soal dodol garut?

Sayangnya, hampir semua orang berpikiran serupa. Kami semua “terpaksa” merasakan Garut dari sudut pandang lain, Garut yang macet. Yang lebih parahnya lagi, jalan menuju rumah orangtua saya dilewati jalur mudik. Sebagian arus balik pemudik menuju Nagreg dari arah Tasik dialihkan memasuki Garut. Yang tadinya macet “saja”, arus lalu lintas praktis diam di tempat. Sistem buka-tutup diberlakukan.  Perjalanan dari alun-alun garut ke rumah orangtua saya di Tarogong menghabiskan waktu hampir 6 jam (yang normalnya hanya sekitar 20menitan). Itu sama aja dengan perjalanan bandung-garut-bandung dalam kondisi normal. Rencana kami untuk mendatangi lokasi-lokasi wisata di Garut pun langsung batal. Kami “terjebak” di rumah.

Daripada ngeluh dan ngomel untuk sesuatu yang sudah bisa diprediksi, kami putuskan untuk cari kegiatan lain yang lebih positif. Menjelajah kaki gunung guntur di belakang rumah. Seru!

Gunung Guntur sebagai latar belakang persawahan di belakang rumah kami.

Gunung Guntur sebagai latar belakang persawahan di belakang rumah kami. (FOTO: Nanaissance)

Gunung Guntur terletak di  wilayah barat Kabupaten Garut. Gunung yang tingginya 2249 m ini termasuk salah satu gunung berapi aktif di Jawa Barat. Letusan terakhirnya adalah sekitar abad ke-19, dan belum pernah meletus lagi sejak saat itu. Tapi, beberapa waktu yang lalu, aktivitas Gunung Guntur ini dikabarkan sempat meningkat, dan membuat warga sekitar waspada.

Seperti halnya gunung berapi yang lain, kita dapat menemukan sumber mata air panas di kaki gunung Guntur ini. Mata air panas ini mengalir ke Cipanas, yang letaknya 6 kilometer dari Garut Kota, dan Cipanas merupakan objek wisata andalan di Kabupaten Garut.

Ada banyak jalan yang bisa dilewati untuk memasuki gunung guntur. Salah satunya adalah dengan melewati Babakan Jambe di kecamatan Tarogong Kaler. Kami sekeluarga pun berangkat menyusuri hamparan persawahan di kaki gunung tersebut pada siang hari. Pemandangannya benar-benar memesona. Meskipun matahari bersinar cukup terik, hawa di kaki gunungnya sangat sejuk. Penduduk sekitarnya pun ramah-ramah. Anak-anak saya dapat mengenal alam secara lebih dekat. Anak bungsu saya bahkan sempat “tercemplung” ke dalam sawah, sehingga kami harus mengakhiri acara jalan-jalan itu lebih cepat.

(FOTO: Ergina Satria)

(FOTO: Ergina Satria)

Ketika ditanya apakah mereka kapok jalan-jalan ke sana lagi? Jawabannya adalah “Yuk, kita pergi.”

Tercemplung! (FOTO: Nanaissance)

Tercemplung! (FOTO: Nanaissance)

Gunung Guntur, kami akan kembali. Semoga lain kali kami bisa mendaki sampai ke puncaknya.

Oiya, kami sekeluarga mengucapkan mohon maaf lahir dan batin.

-ESN-

 

Dimuat juga dalam: http://www.wego.co.id/berita/kaki-gunung-guntur-wisata-dadakan-di-belakang-rumah/

Advertisements

Mudik Time: Gunung Guntur (11-08-13)

As a dreamer, I always long for adventure, traveling around the world, exploring every corner of the earth, visiting exotic foreign places, meeting new people in different parts of the world, and etc, etc. I feel the urge to work extra hard to achieve those “ideal” life.

IMG_7652

I walked aimlessly at the foot of Gunung Guntur, Garut (credit: ESN)

I take so many things for granted. Natural splendor that surrounds me was one of them. I was too busy trying to create those ideal life that I’ve nearly forgotten to count my blessings. I forgot that I don’t need to travel too far and spend a lot of money to find spiritual enlightenment, to appreciate what God has given me. I forgot that what I’ve been looking for is right there in my own backyard.

IMG_0047

Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat (credit: NAT)

My experience some time ago exploring foothill of Gunung Guntur in Garut opened my eyes and made me see things differently. My husband and I (a newly-wed couple back then) took a trip to hike the foot of 7,379 feet (2,249 m) tall mountain, which is literally in our own backyard. Gunung Guntur  or Mount Guntur is an active volcano in West Java, located about about 10 km northwest of the city of Garut (source: http://en.wikipedia.org/wiki/Mount_Guntur).

IMG_0034

(credit: NAT)

IMG_7635

local children (credit: ESN)

IMG_0091

(credit: NAT)

IMG_7657

(credit: ESN)

IMG_7667

(credit: ESN)

Back then, we strolled aimlessly, took pictures, talked casually, and planned our own future together. It turns out to be one of the most memorable experience in my life.

Now, couple of year later, with two kids and seemingly more complicated mundane life, after three-hour drive with the heavy traffic from Bandung to Garut, Gunung Guntur is still there, towering above us, welcoming us.

IMG_0465

IMG_0492

And in the mudik trip this time, I’m experiencing those feelings once more. I still want an adventure; but above all, I want to live a more meaningful life, to enjoy it even more, and to embrace all that life has to offer. The adventure I seek could just be standing close to home. (NAT)

Photos by: Ergina Satria & Nadya Andwiani