Short Trip to Cianjur & Sukabumi, Jawa Barat (24 – 25 Oktober)

Huhuy, beberapa hari yang lalu, kami sekeluaga mendapatkan kesempatan untuk jalan-jalan ke Cianjur, Sukabumi, dan Pelabuhan Ratu (Sukabumi). Kalau bagi saya dan anak-anak, sih,  namanya liburan. Tapi kalau bagi suami, ini sebenarnya perjalanan “dinas.” Ia harus meninjau beberapa lokasi pekerjaannya di tempat-tempat di sekitar Bandung, Cianjur, dan Sukabumi.

Rute perjalanan kali ini benar-benar “mengukur jalanan” dan dilakukan hampir tanpa istirahat. Bayangkan saja, dalam waktu kurang-lebih 2 hari 2 malam, kami melintas dari kota ke kota, desa ke desa, gunung ke gunung, dan pantai ke pantai. Seru! Anak-anak juga senang. Di sela-sela tugas suami, kami meluangkan waktu untuk berhenti sejenak, melihat sawah yang menghijau, gunung-gunung yang tinggi dan berpepohonan lebat, serta pantai-pantai yang biru dan luas.

Aero yang tertidur di mobil

Aero yang tertidur di mobil

Kalau dipikir-pikir, baru kali ini kami sekeluarga melakukan perjalanan dengan bujet relatif kecil, tinggal di penginapan murah tanpa melakukan reservasi apa pun, makan di warung-warung pinggir jalan. Hanya menikmati waktu dan pemandangan yang indah. Benar-benar liburan ala “backpacker.”

Oiya, soal kuliner, waktu di Cianjur kami nyobain bubur ayam cianjur yang enak. Letaknya di pinggir jalan raya Bandung-Cianjur, tapi saya lupa kilometer berapa. Rasa bubur ayam cianjur ini sangat khas, dan beda dengan bubur-bubur ayam yang biasa saya makan di bandung.

Bubur ayam cianjur

Bubur ayam cianjur

Di sukabumi, kami pergi ke Kadudampit, tapi sayangnya kami tidak sampai ke Situ Gunung-nya. Hanya sampai ke camping ground-nya, itu juga karena nyasar. X-) Tapi teuteup… foto-foto doonnggg…

Perkemahan Situ Gunung, Kadudampit, Sukabumi

Perkemahan Situ Gunung, Kadudampit, Sukabumi

Kami sampai di Pelabuhan Ratu pada malam hari, dan menginap di penginapan kecil yang berada tepat di samping dermaga pelelangan ikan pelabuhan ratu. Tarifnya sekitar 150 – 400rb semalam. Enaknya, penginapan ini dekat dari pusat kota. Jadi mudah cari makanan.

Nah, kalau di Pelabuhan Ratu, mau makan enak dan murah meriah? Coba nongkrong di alun-alunnya. Di sekitar sana banyak penjual makanan, mulai dari chinese food, jajanan kaki lima, resto cepat saji, dsb. 🙂 Sebenarnya pengen makan seafood, sih, tapi nggak sempat. Kalau mau, bisa datang ke pelelangan ikan, pilih-pilih hidangan lautnya sendiri, dan minta dibakar langsung di tempat. Asyik, kan?
Lalu, kalau suka buah-buahan, di sepanjang jalan Sukabumi-Pelabuhan Ratu, ada banyak penjual buah. Mulai dari pisang, jambu, sawo, sirsak, semangka, sampai duren. Bagi pencinta buah seperti saya, tempat itu bagaikan surgaaa! 🙂

Di Pelabuhan Ratu (sebenarnya Palabuan Ratu), nggak lengkap rasanya kalau nggak main di pantai, ya kan? Kami pun menyempatkan diri mengunjungi dua pantai yang berbeda. Berhubung ombak di laut selatan ini besar, suami saya memilih pantai yang berkarang. Jadi, mampirlah kami di pantai lupa-namanya (tepat sebelum Inna Samudra Beach) dan Pantai Karang Hawu. Yah, namanya juga perjalanan “dinas,” kami nggak bisa berlama-lama bermain-main air di pantai, karena tugas suami menunggu.

IMG_9968

IMG_9999

Dari Pelabuhan Ratu, kami masih harus mengunjungi 2 lokasi lain, dan setelahnya langsung tancap gas lagi ke Bandung.

Perjalanan kali ini memang melelahkan, tapi di lain pihak juga sangat mengasyikkan. Kami berempat bisa menghabiskan waktu berkualitas bersama dan mendapatkan perubahan suasana. Much-needed vacation for me, finally! Mood booster and very refreshing. 🙂

-nat-

PS: Oiya, dalam perjalanan dari Cianjur – Sukabumi, kami melewati jalan masuk menuju Situs Megalit Gunung Padang, Sayang nggak sempat ke sana. huuuuhhh… Dicatat dulu deh di sini, biar nggak lupa. Sebelum ke Machu Picchu di Peru, ke situ aja dulu…

Advertisements